Masyarakat Desa Olehsari berbondong-bondong “Bejik-Bejik Pondok” buyut Ketut, yakni salah satu leluhur mereka. Bejik-bejik pondok memiliki arti merenovasi pondok yang menjadi peneduh area petilasan buyut Ketut. Kegiatan ini merupakan kolaborasi pemdes dan ulur tangan masyarakat yang utamanya mereka masyarakat adat.

Ketua Adat Seblang Olehsari, Bapak Ansori, menceritakan bahwa kegiatan bejik-bejik pondok dilakukan setiap 2-5 tahun sekali, hal ini melihat kerusakan pada pondok itu sendiri. Namun dalam proses renovasi tidak serta merta langsung merenovasi, melainkan ada hari khusus yang telah ditentukan. Setiap kali perbaikan selalu diawali dengan selamatan bersama masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur dan terima kasih masyarakat kepada buyut Ketut. Buyut Ketut merupakan leluhur masyarakat Olehsari yang sangat berjasa hingha saat ini masyarakat diberikan kedamaian.” kata Bapak Ansori.

Sementara itu, Kepala Desa Olehsari, Bapak Joko Mukhlis, menceritakan bahwa jaman dulu proses renovasi pondok ini diarak dari rumah perias seblang atau salah satu sesepuh adat desa Olehsari menuju makam. Hal ini merupakan salah satu wujud gotong royong masyarakat.

“Dulu bisa sampai 500an orang yang bergotongroyong. Saat ini proses langsung di area makam karena renovasi dilakukan tambal sulam. Pondok ini terbuat dari bahan bambu dan dengan atap ilalang yang sudah kering. Kami berusaha untuk menjaga keaslian pondok ini,” kata Pak Joko.

Kegiatan Bejik-Bejik Pondok ini melibatkan masyarakat Olehsari. Mulai usia muda hingga yang usia lanjut ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka bergotong royong untuk memperbaiki pondok buyut Ketut.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya masyarakat Olehsari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi masyarakat Olehsari.