SEJARAH DESA OLEHSARI

Desa Olehsari yang mempunyai penduduk sebanyak 2.471 Jiwa dengan luas wilayah 254.465 Ha. yang berbatasan dengan desa tetangga :

·         Sebelah Utara              : Desa Kemiren

·         Sebelah Timur              : Kel. Banjarsari

·         Sebelah Selatan           : Desa Pendarungan Kec. Kabat

·         Sebelah Barat              : Desa Glagah

 

Yang terdiri dari 2 ( Dua)  Dusun yakni Dusun Krajan dan Dusun Joyosari.

Terbentuknya Desa Olehsari pada awalnya merupakan Desa pecahan dari Desa Glagah dan masuk Pedukuhan Glagah yaitu Dukuh Uli-Ulian yang sering disebut masyarakat  baik dalam maupun luar desa.
Selanjutnya pada tahun 1924 Dukuh Uli-ulian resmi terbentuk menjadi Desa sendiri dengan sebutan Desa Uli-ulian yang dipimpin oleh Kepala Desa (Waktu itu Lurah ) Pertama bernama Lurah Saleh.

Kemudian  pada saat itu pula nama Sekolah Dasar Negeri Olehsari masih diberi nama Sekolah Dasar Negeri Glagah II. Hingga tahun 1971 dan sekarang berubah menjadi SDN Olehsari. 

SEJARAH DESA

Kata Uli-ulian menurut cerita dari para sesepuh Desa (Perangkat Desa lama) berasaal dari kata Sak Uli-ulie yang berarti  dalam Bahasa Indonesia  Sedapat-dapatnya, dengan sedapat-dapatnya pemecahan desa itu masyarakat Uli-ulian berharap mendapatkan  kebahagiaan atau   sari tersendiri  sehingga Desa Uli-ulian pada tahun 1966 diganti nama menjadi  DESA OLEHSARI Oleh kepala Desa ke 6 (Enam) bernama HADMARI MANGUN PRANOTO.

Kepala Desa Olehsari hingga saat ini sudah yang ke 15 (Limabelas) dengan urutan-urutan sebagai berikut :

 

NO

N A M A

TAHUN MENJABAT

KET.

1

S  A  L  E  H

1924  –  1937

 

2

S U B I N T O

1937  –  1940

 

3

H A N A P I

1940  –  1960

 

4

DALAH

1960  –  1961

 

5

ACH. ABBAS

1961 –  1963

Warnen

6

WIDANTO

1963 –  1965

 

7

SUTOMO

1965 –  1966

Warnen

8

HAD MARI MANGUN PRANOTO

1966 – 1990

 

9

HARIYONO

1990 –  1998

 

10

SUPRIYANTO

1998 –  2006

 

11

KRISDWIANTO

2006 –  2007

Warnen

12

SUCIYATI

2007 –  2013

 

13

HADI PRANOTO, S.Pd

2013 – 2019

 

14

ABDUL HOLIK, S.Sos

2019

Plt

15

JOKO MUKHLIS

2019-Sekarang

 


Sejak terbentuknya Desa Olehsari ( pada waktu itu Desa Uli-ulian ) dimana Masyarakat mempunyai suatu tradisi Adat “ SEBLANG” yang hingga saat ini masih berjalan dan di lestarikan sebagai warisan nenek moyang.

Kemudian cerita SEBLANG itu sendiri secara singkat adalah sebuah tontonan masyarakat petani atas hasil panen raya yang sangat melimpah ruah, sehingga ada seoarang anak kecil yang menari – nari terlalu lama sehingga kemasukan roh halus (DEWI SRI ) dan tidak sadarkan diri ( Sableng ).

Kata Sableng merupakan kehilangan kesadaran ( Kesurupan ) sehingga secara turun temurun di beri nama “ SEBLANG “ yang setiap setahun sekali dilakukan  pementasan pada  saat Hari Raya Idul Fitri selama 7 (tujuh) hari berturut.

Demikian cerita terbentuknya Desa Olehsari dan Tradisi Adat    “ SEBLANG “ yang di miliki Desa Olehsari, Semoga dapat di pergunaklan sebgai mana mestinya .